Bisa jadi suatu saat nanti anda ingin menambah hard disk sebagai media penyimpanan data. Namun, alangkah terkejutnya ketika hard disk tersebut tidak terdeteksi, baik pada Windows maupun BIOS sekalipun. Inti dari permasalahan ini terdapat pada pemasangan dan konfigurasi hard disk. Hard disk bukan termasuk komponen yang sulit dalam proses instalasi. Namun, ada beberapa langkah yang harus dipastikan saat memasang hard disk sebagai berikut.
- Pastikan hard disk sudah mendapatkan catu daya power supply. Terkadang kita sering salah memasang catu daya yang seharusnya catu daya dari fan ke power suppy, ini dari catu daya fan ke hard disk.
- Pastikan setting master dan slave hard disk tepat seperti yang diinginkan. Atau jika anda ingin memanfaatkan konfigurasi pada cable select, pastikan menggunakan konfigurasi tersebut pada kedua hard disk lama dan yang baru.
- Jika anda menginginkan konfigurasi cable select, perhatikan pemasangan kabel IDE hard disk. Beberapa kaber terbaru sudah memberikan tanda khusus, untuk membantu menentukan konektor mana yang akan dianggap sebagai master, dan konektor mana yang akan dianggap sebagai slave. Jika tidak tersedia, cara paling mudah adalah dengan aturan dasar gambar di bawah. Konektor yang terletak diujung diperuntukan sebagai master, sedangkan konektor di tengah dianggap sebagai slave.

- Jika itu semua belum dapat menyelesaikan masalah, alternative jawabannya ada pada setting BIOS. Pada pilihan utama integrated Peripheral, biasanya terdapat pilihan untuk IDE Controller. Terdapat pula pilihan untuk setting controller hard disk SATA. Sekiranya anda mengalami masalah serupa, saat ingin menambah hard disk baru ber-interface SATA. Khusus untuk hard disk SATA dan Windows, jangan lupa untuk menginstalasi driver yang biasanya disertakan oleh produsen motherboard atau update-nya, tergantung chipset motherboard yang anda gunakannya.

0 Responses
Post a Comment